Klinik Ghoib _ Buka setiap hari mulai jam 9 s/d 16.00 _hub kami di___Telp ,021 - 42887942, 021-7037 4645, 0815 11311 554, 0813 8185 5656
RUQYAH SYAR'IYAH        CIRI TERKENA JIN        BEDA JIN,SETAN,IBLIS        UMROH-HAJI        RUQYAH        DUKUN BERBAJU KYAI

Silahkan Ketik Judul Majalah Ghoib di Bawah ini

Memuat...

Rabu, 08 Agustus 2012

Futur, Sebab dan Terapinya - Majalah Ghoib


Futur, Sebab dan Terapinya
Oleh: Ust. Hasan Bishri, Lc. (Ketua Klinik Ghoib Jakarta 021-3802239)
Bismillah wal hamdulillah, was sholatu was salamu ‘ala Rosulillah. Amma ba’du.

Muqoddimah
Allah berfirman, “Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146).
Di surat lain menceritakan semangat para malikat, “Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula letih. Mereka bertasbih tidak henti-hentinya sepanjang malam dan siang.” (QS. al-Anbiya’: 19-20).

SMS Berantai - Majalah Ghoib


SMS Berantai
(dari Seruan ke Kutukan)

Muqoddimah

SMS adalah singkatan dari Short Messaging Service atau yang sering disebut dengan pesan singkat atau pesan pendek. Mulanya SMS adalah bagian dari layanan komunikasi dari GSM (Global System for Mobile communications), yaitu sistem komunikasi mobile yang menggunakan standar protokol komunikasi yang memungkinkan pertukaran pesan teks singkat antar perangkat ponsel. Lalu dikembangkan di berbagai jaringan termasuk CDMA dan 3G.

Majalah Ghoib - Interaksi Generasi Salaf dengan al-Qur’an di Ramadhan


Interaksi Generasi Salaf dengan al-Qur’an di Ramadhan
Ust. Hasan Bishri, Lc.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik zaman adalah zamanku (shahabat), kemudian zaman sesudah mereka (tabi’in) dan kemudian zaman sesudah mereka (atba’ut tabi’in).” (HR. Bukhari).
Mujahadah (kesungguhan) generasi salaf selama bulan Ramadhan membuktikan kebenaran sabda Rasulullah di atas. Khususnya dalam melakukan amalan shalat dan membaca al-Qur`an. Mujahadah mereka amat susah untuk ditandingi oleh umat Islam generasi selanjutnya, apalagi generasi sekarang. Tidak jarang orang pada zaman sekarang menganggap kehidupan mereka hanya dongeng dan mustahil untuk diikuti.
Dalam beberapa sumber literatur Islam, seperti Kitab Hilyatul Auliya’ karya Syekh Abu Nu’aim dan Kitab Thabaqatul Qur’an karya Imam adz-Dzahabi, dicatat bagaimana kesungguhan para generasi salaf, khususnya para tabi’in. Bahkan dalam Kitab al-Hilyah, periwayatan itu disertai dengan sanad lengkap. Berikut poin-poin ibadah mereka dalam bulan Ramadhan yang bisa kita jadikan cermin dan tauladan dalam kehidupan kita sekarang.

Majalah Ghoib - Keutamaan 10 Terakhir Ramadhan


Keutamaan 10 Terakhir Ramadhan
Ust. Hasan Bishri, Lc.

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Keutamaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan tercermin dari beberapa hal berikut ini.
1.      Rasulullah lebih tekun ibadahnya.
Keseriusan dan peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll.
2.      Rasulullah membangunkan istri-istrinya
Agar mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu merupakan harta karun yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja.

Majalah Ghoib - 12 Kiat Puasa ala Rasulullah


12 Kiat Puasa ala Rasulullah
Ust. Hasan Bishri, Lc.
1.      Luruskan niat
Nabi Muhammad saw. mengawali puasa dengan niat, sebab niat merupakan jiwa dari amalan. Berdasarkan hadits:
Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar untuk puasa, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Al-Baihaqi). Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya. (HR An-Nasa’I, Al-Baihqi, Ibnu Hazm).
2.      Mengakhirkan Sahur
Berdasarkan hadits: Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah. (HR. Bukhari). Semua sahur adalah barakah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun di antara kalian hanya meneguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang melakukan sahur. (HR. Ahmad dan al-Mundziri).